Bagaimana Konsep Bermain Pada Anak?

Sedang bermain, bukan terkena TSUNAMI :D
Masa anak – anak sangat identik dengan masa bermain, karena perkembangan anak mulai akan diasah sesuai dengan kebutuhannnya di saat tumbuh kembang. Akan tetapi banyak orang yang menganggap masa bermain pada anak tidaklah mendapat suatu perhatian secara khusus sehingga banyak sekali orang tua yang membiarkan anak tanpa memberikan pendidikan terhadap permainan yang dimiliki anak. Untuk itu, sebelum memahami alat permainan pada anak secara khusus maka lebih dahulu harus mengenal pengertian bermain pada anak yang ditinjau dari aspek keperawatan.

1.  1. Pengertian
Bermain merupakan suatu aktivitas di mana anak dapat melakukan atau mempraktikkan keterampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif, mepersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku dewasa.

2.  2. Fungsi bermain pada anak

Ø  Membantu perkembangan sensorik dan motorik.
Ø  Membantu perkembangan kognitif.
Ø  Meningkatkan sosialisasi anak.
Ø  Meningkatkan kreativitas.
Ø  Meningkatkan kesadaran diri.
Ø  Mempunyai nilai terapeutik.
Ø  Mempunyai nilai moral pada anak.

3.  3. Contoh  alat permainan  balita dana perkembangan yang distimuli

a.)    Pertumbuhan fisik atau motorik kasar, seperti mengendarai sepeda roda 3, bermain bola, mainan yang ditarik dan didorong.
b.)    Motorik halus, seperti menggunakan gunting, pensil, bola, balok dan lilin.
c.)    Kecerdasan atau kognitif, seperti melihat buku bergambar, buku cerita, boneka dan pensil warna.
d.)    Bahasa, melihat buku bergambar, buku cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.
e.)    Menolong diri sendiri, seperti mengambil gelas dan piring plastik, sendok, baju, sepatu, kaos kaki, dll.
f.)   Tingkah laku sosial, seperti menggunakan alat permainan yang dipakai bersama, misalnya congklak, kotak pasir, bola, tali, dll.

4.  4. Syarat-syarat bermain sesuai usia anak

Memilih permainan harus disesuaikan dengan tingkat usia anak.
1)      Bayi.( 1 bulan )
·     Secara visual dapat dilihat dengan jarak dekat.
·     Stimulasi pendengaran : berbicara dengan bayi.
·     Stimulasi taktil : memeluk dan menggendong bayi.
·     Stimulasi kinetik : naik kereta dan jalan – jalan.

2)      Umur 2 – 3 bulan
·     Stimulasi visual : memberi objek warna terang.
·     Stimulasi pendengaran : berbicara dengan bayi dan bernyanyi.
·     Stimulasi taktil : membelai waktu mandi, menyisir rambut, dll.
·     Stimulasi kinetik : naik kereta, jalan – jalan, gerakan – gerakan berenang.
3)      Umur 4 – 6 bulan
·     Stimulasi visual : meletakkan bayi di depan cermin dan menonton TV.
·     Stimulasi pendengaran : mengajak bayi bicara, memanggil nama bayi dan tertawa bila bayi tertawa.
·     Stimulasi taktil : menepuk – nepuk waktu tengkurap.
·     Stimulasi kinetik : membantu bayi tengkurapdan menyokong waktu bayi duduk

4)      Umur 7 – 9 bulan
·     Stimulasi visual : memberi mainan yang mempunyai warna terang, memberi kaca dan membiarkan bayi berbicara sendiri.
·    Stimulasi pendengaran : memanggil nama anak, mengulang kata – kata yang diucapkannya dan memberitahu tentang apa yang dilakukannya.
·     Stimulasi taktil : memberikan kesempatan kepada anak untuk mempermainkan bahan dari macam – macam tekstur dan ukuran.
·     Stimulasi kinetik : meletakkan bayi di lantai dan membiarkan bayi tengkurap dan telentang.

5)      Umur 10 – 12 bulan
·     Stimulasi visual : memperlihatkan gambar dalam buku dan mengajak jalan – jalan.
·    Stimulasi pendengaran : memperkenalkan suara binatang, menunjuk bagian – bagian tubuh dan menyebutkannya.
·     Stimulasi taktil : memberi makanan yang dapat dipegang.
·     Stimulasi kinetik : permainan yang ditarik dan didorong.

6)      Toddler ( 2 – 3 tahun )
·    Anak mulai dapat berjalan, memanjat, berlari, memanipulasi objek dengan jari – jari dan senang mendorong.
·     Kenalkan alat rumah tangga.
·     Dengan karakteristik paralel play, anak sering bertengkar memperebutkna mainan.
·     Anak mulai menyenangi musik.

7)      Pre School
·      Anak dapat melompat, berlari dan naik sepeda.
·      Anak sudah dapat bermain kelompok.
·      Karakteristik : assosiatif play dan skill.

8)      Usia Sekolah
·      Anak sering bermain kelompok.
·      Belajar untuk tidak tergantung terhadap orang tua.
·      Kooperatif, bersaing dan menerima orang lain.

9)      Adolescent
·      Dapat bermain dalam keluarga, permainan yang disenangi adalah olahraga.

Sumber:  http://akatsuki-ners.blogspot.com/2010/11/konsep-bermain-pada-anak.html

0 Komentar Untuk “Bagaimana Konsep Bermain Pada Anak?”

Poskan Komentar

Tentang Agama

Langganan Artikel

Ayo berlangganan artikel terbaru yang akan dikirimkan ke email anda, silahkan masukkan alamat email anda dibawah ini.

Social Media




© 2013 Asalasah. All rights reserved.