Obat Tradisional Pulihkan Demam Sesuai Sunnah

Asalasah ~ Jaman sekarang banyak obat pereda demam yang dijual di warung, toko obat dan apotek. Namun takukah anda, bahwa Nabi Muhammad SAW secara tidak langsung telah memberikan kita tips tradisional untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit terutama untuk meredakan demam?

Berikut adalah beberapa Obat Tradisional Pulihkan Demam Sesuai Sunnah Nabi :

jinten hitam Obat Tradisional Pereda Demam Sesuai Sunnah Nabi1.  Jinten Hitam

Nabi SAW Bersabda, Hendaknya kalian mengkonsumsi jinten hitam. Karena jinten hitam mengandung obat untuk segala jenis penyakit, kecuali As-Saam (H.R. Bukhari & Muslim).

Sifatnya panas dan kering, mengandung 15 macam asam amino, alkaloid, dan saponin. Jinten hitam dapat digunakan untuk meredakan demam yang disertai batuk berdahak dan sejenisnya.

mentimun 150x150 Obat Tradisional Pereda Demam Sesuai Sunnah Nabi2.  Mentimun
Dari Abdullah bin Jafar diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyantap mentimun dengan kurma masak (H.R. At-Tirmidzi).

Mentimun bersifat dingin dan basah, mengandung 0,65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2,2%. Juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Parutan buah timun digunakan untuk mengompres dapat dengan segera menurunkan demam. Mengkonsumsi timun segar juga efektif meredakan demam.

bawang merah 150x150 Obat Tradisional Pereda Demam Sesuai Sunnah Nabi3.  Bawang Merah
Dari Aisyah r.a, bahwa ia pernah ditanya tentang bawang merah. Aisyah menjawab: Makanan yang terakhir kali dimakan oleh Rasulullah, mengandung bawang merah (H.R. Abu Daud)

Bawang merah bersifat panas dan basah, memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin. Untuk meredakan demam pada anak, cuci lima butir bawang merah lalu kupas. Kemudian parut atau gerus dan tambahkan minyak zaitun secukupnya.

Setelah itu balurkan ke tubuh anak, terutama bagian ubun-ubun, punggung, perut, paha, lengan, dan telapak kaki. Istirahatkan anak untuk mempermudah kesembuhan


madu 150x150 Obat Tradisional Pereda Demam Sesuai Sunnah Nabi4.  Madu
Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja dalam satu bulan, tidak akan terkena penyakit berat (H.R. Ibnu Majah).

Madu mengandung banyak air dan fruktosa. Madu bersifat antibakteri karena keasaman alami dan hidrogen peroksida yang dihasilkannya. Konsumsi madu secara teratur memperkuat sel darah putih untuk melawan bakteri dan penyakit yang diakibatkan oleh virus.

3-7 sendok makan madu yang dicampur dengan segelas air dingin dan diminum sebelum makan, tiga kali sehari dapat membantu meredakan demam. Terapi ini bermanfaat dilakukan di pagi hari 1 jam sebelum makan untuk detoksifikasi.

5.  Zaitun
zaitun 150x150 Obat Tradisional Pereda Demam Sesuai Sunnah NabiNabi SAW Bersabda, Gunakanlah minyak zaitun sebagai lauk dan gunakanlah sebagai minyak rambut, karena ia berasal dari pohon yang penuh dengan berkah (HR. Ibnu Majah).

Daun dan tangkai zaitun telah digunakan sebagai lambang perdamaian. Minyak zaitun bersifat dingin dan lembab. Minyak zaitun kaya akan minyak essensial seperti omega 3, 6, dan 9. Terdapat vitamin A, B1, B2, C, D, E, K, dan zat besi di dalamnya.

Karena sifat minyaknya yang dingin dan lembab, maka baik jika dibalurkan kepada penderita demam, terutama bagi bayi yang terserang demam.

Apabila diminumkan dapat melegakan lambung, mengatasi peradangan pada lambung dan mengeluarkan cacing dari dalam perut.

Selain itu daunnya dikenal sebagai pencegah infeksi dan demam. Untuk infeksi atau luka terbuka dapat dibasuhkan air rendaman daun zaitun. Untuk demam dapat dikompreskan dengan beberapa daun yang telah direndam air hangat.

Baca Juga:  
Sumber: http://dawaihati.com/obat-tradisional-pereda-demam-sesuai-sunnah-nabi/

0 Komentar Untuk “Obat Tradisional Pulihkan Demam Sesuai Sunnah”

Post a Comment

Tentang Agama

Langganan Artikel

Ayo berlangganan artikel terbaru yang akan dikirimkan ke email anda, silahkan masukkan alamat email anda dibawah ini.

Social Media




© 2013 Asalasah. All rights reserved.